Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah memperbaiki pola pengadaan dan distribusi benih dan pupuk melalui penunjukan langsung sehingga dapat mencegah keterlambatan penyalurannya.
"Sudah jalan. Pupuk dan benih langsung ke masyarakat seluruh Indonesia mulai minggu depan," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman kepada wartawan di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Jumat usai mendampingi Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dg petani dan penyuluh di Istana Negara Jakarta.
Ia menjelaskan patokan harga dari BPKP sudah selesai sehingga bisa dilakukan penunjukan langsung benih dan pupuk di 17 Provinsi yang dikategorikan sebagai lumbung pangan.
"Desember itu total anggarannya Rp570 miliar. Januari ini belum kitaa "start" mungkin dua minggu ke depan alokasinya untk 1 juta hektar," paparnya.
Sebelumnya saat bertemu dg para petani, penyuluh dan pelopor pertanian dari seluruh Indonesia, di Istana Negara Jakarta, Jumat pagi, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah terus memperbaiki fasilitas dan infrastruktur pertanian untk mencapai swasembada pangan dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Presiden juga menegaskan telah menandatangani peraturan presiden yang mengatur tentang pola pengadaan dan distribusi benih serta pupuk.
"Benih dan pupuk tepat waktu, dulu tdk tepat waktu karena lelang dua bulan, lelang selesai, sudah panen, maka perpres kitaa ubah, nggak usah pakai lelang, langsung tunjuk dan karena serapan benih hanya 20 persen, yang 80 persen tdk terkirim gimana mau swasembada," paparnya.
Presiden mengharapkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, tdk hanya swasembada pangan, namun Indonesia juga dapat mengekspornya ke luar negeri.
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar