Seperti Si Momot ceritakan sebelumnya, bongkahan-bongkahan batu giok berbobot sekitar 20 ton ditemukan di pegunungan Krueng Isep, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Batu alam mulia itu ditaksir harganya mencapai Rp30 miliar.
Tingginya taksiran harga karena dalam bongkahan yang ditemukan warga di tepian sungai sekira 10 kilometer dari perkampungan itu, terkandung batu jenis idocrase, solar, dan neon yang digemari para pecinta batu akik.
âTaksiran saya sekitar Rp30 miliar harganya, kalau 60 persen saja keluar (jenis batu) idocrase super,â Ketua Gabungan Pecinta Batu Alam (GaPBA) Aceh, Nasrul Sufi saat berbincang dengan wartawan di Banda Aceh, Selasa (17/2/2015).
Foto-foto batu giok Aceh bongkahan

Petugas Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Nagan Raya menunjukan batu alam jenis giok black jade yang diamankan ketika hendak dibawa keluar Daerah di Nagan Raya, Aceh, Minggu pertengahan Januari 2015. Distamben Nagan Raya mengamankan sekitar 1 ton lebih berbagai jenis batu giok dalam bentuk bongkahan yang akan dibawa ke luar daerah karena melanggar Perbup nomor 7/2014 tentang pengelolaan batuan jenis tertentu yang keterdapatanya tersebar dan tidak merata. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Batu giok diamankan petigas. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Bongkahan batu giok. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Batu giok sedang dipotong sebelum dihaluskan. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Bongkahan batu giok di Museum Giok Aceh Abu Usman, Peunayong, Banda Aceh. ANTARA FOTO/Irwanyah Putra

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Batu Aceh (APBA) Muhammad Usman alias Abu Usman menunjukkan koleksi berbagai jenis bongkahan batu miliknya di Museum Giok Aceh Abu Usman, Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (31/1). Museum Giok Aceh Abu Usman yang akan diresmikan 3 Februari 2015 memamerkan batu giok berkualitas terbaik dan 20 jenis batu lainnya dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh. ANTARA FOTO/Irwanyah Putra
Foto-foto batu giok Aceh jadi dan ikatannya

Asesoris hasil kerajinan tangan dari batu alam jenis giok berbentuk senjata tradisional Indonesia, tongkat komando dan pistol dijual hingga jutaan rupiah. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Batu giok ada di antara batu cincin jenis akik yang dipajang di Pusat Pasar Gamstone Lhokseumawe, Aceh. ANTARA FOTO/Rahmad

Batu giok ada di antara batu cincin jenis akik yang dipajang di Pusat Pasar Gamstone Lhokseumawe, Aceh. ANTARA FOTO/Rahmad

Warga memperlihatkan berbagai jenis dan model gagang cincin wanita di Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Permintaan gagang cincin yang terbuat dari Titanium dan perak yang dipasok dari Medan Sumatera Utara dan Jakarta untuk batu Giok Aceh terus meningkat tajam dengan harga Rp. 100 ribu â" Rp. 130 ribu per gagang cincin tergantung jenis pembuatan. ANTARA FOTO/Rahmad

Perajin memperlihatkan beragam asesoris kerajinan tangan dari bahan batu alam jenis giok yang diperdagangkan di Desa Suka Makmue, Nagan Raya, Aceh, Minggu (18/1). Asesoris hasil kerajinan tangan dari batu alam jenis giok berbentuk senjata tradisional Indonesia, tongkat komando dan pistol dijual hingga jutaan rupiah. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Pedagang menata batu cincin jenis akik di Pusat Pasar Gamstone Lhokseumawe, Aceh, Senin (16/2). Selain kebutuhan cincin permata giok Aceh, pasokan dan permintaan batu cincin jenis akik (batu raja) yang dipasok dari Maluku dan Palembang terus meningkat. ANTARA FOTO/Rahmad

Pedagang memperlihatkan berbagai jenis dan model gagang cincin pria dan wanita di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Minggu (8/2). Permintaan gagang cincin yang terbuat dari Titanium dan perak yang dipasok dari Medan Sumatera Utara dan Jakarta untuk batu Giok Aceh terus meningkat tajam dengan harga Rp. 100 ribu â" Rp. 130 ribu per gagang cincin tergantung jenis pembuatan. ANTARA FOTO/Rahmad
Batu giok Aceh terindah di dunia
Batu giok aceh, menurut laporan wartawan Antara, merupakan batu terindah di dunia dalam kurun waktu 20 tahun ke depan akan terus dicari sehingga harganya masih tetap tinggi. Hal itu pernah disampaikan pengusaha batu mulia di pusat batu mulia Rawabening, Jakarta, AB Hamdi.
âSelama 24 tahun berbisnis batu mulia saya belum pernah melihat batu seindah giok Aceh,â kata Hamdi, dalam Dialog Kopi Gayo dan Giok Aceh, di Jakarta.
Dialog itu dalam rangkaian pameran kopi Gayo dan batu giok Aceh pada acara Didong Senayan 2 di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen, Jakarta, pada September tahun lalu.
Hamdi mengatakan, giok Aceh mempunyai ciri khas, jika dipegang terasa dingin, berbeda dengan batu mulia dari Garut dan batu bacan yang tidak dingin tapi memiliki kelebihan warna yang indah.
Batu mulia asal Aceh seperti giok Aceh dan batu lumut Aceh atau indocrase saat ini mulai dilirik dan menjadi incaran serta harganya juga cukup tinggi.
Salah satu daerah penghasil giok (nephrite jade), yaitu di Kabupaten Nagan Raya dan Sungai Lumut, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
Harga batu mulia tersebut bervariasi mulai dari Rp500 ribu hingga jutaan rupiah per kilogram dalam bentuk barang mentah atau batu yang belum digosok.
Dia mengatakan, selama 20 tahun ke depan batu giok Aceh akan terus dicari sehingga harganya masih tetap tinggi.
âBagi penggemar batu lebih baik beli sekarang sebab harganya masih murah karena giok Aceh akan terus booming dan dicari terutama oleh Tiongkok untuk dibuat patung dan harganya bisa sampai ratusan juta rupiah,â kata dia.
Menurut dia, sejak lama batu mulia dari Indonesia sudah menjadi primadona namun kurang diekspos sehingga tidak dikenal bahkan ada yang menggunakan nama dari negara lain seperti batu Taiwan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar