Mahasiswa ITS ikuti lomba simulasi sidang PBB

Mahasiswa ITS ikuti lomba simulasi sidang PBB

Surabaya (ANTARA News) - Sepuluh mahasiswa ITS, di antaranya Yabes David Losong dan Achmad Rizal Mustaqim, berangkat ke Boston, Amerika Serikat, untk mengikuti lomba simulasi sidang Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Forum seperti ini terbilang jarang, khususnya untk mahasiswa kampus teknologi seperti ITS," kata Ketua Tim Delegasi Harvard National Model United Nation (HNMUN) ITS, Rizal, di Surabaya, Minggu.

Menjelang keberangkatan tim ITS ke AS pada Senin (9/2), ia menjelaskan HNMUN merupakan sebuah ajang simulasi sidang PBB yang pesertanya berasal dari kurang lebih 70 negara di seluruh dunia.

Dalam ajang itu, mahasiswa diasah kemampuannya dalam berpidato, berdebat, bernegosiasi dg permasalahan yang ada di suatu belahan dunia untk mencapai resolusi.

"Ya, kegiatan itu yang baru pertama kali diikuti mahasiswa ITS, tapi kammi ingin gebrakan yang berbeda, ya jalannya lewat MUN itu," katanya.

Menurut dia, jalan mereka untk bisa bertolak ke benua Amerika juga tdk mudah. Sebelumya, penggagas ITS MUN (Yabes, Raymond, Rizal) sudah berjuang di berbagai ajang MUN di beberapa negara Asia dan Eropa.

"Kami pernah mengikuti Yogyakarta International MUN, University of Petroleum and Energy (UPESMUN), International Lyon MUN di Perancis," katanya.

Terakhir, mereka meraih gelar "Outstanding Delegates" di Japan University English (JUEMUN) 2014. "Kendala utama yang kammi hadapi adalah masalah finansial (ketersediaan dana)," katanya.

Namun, mereka akhirnya mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Mandiri Investasi, dan Bank DBS.

"Kami juga didukubg Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IKOMA), IKA ITS, IKA Mesin ITS dan Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA (mantan Mendikbud dan mantan Rektor ITS)," katanya.

Secara terpisah, Presiden BEM ITS, Imran Ibnu Fajri, menjelaskan rugi kuliah di ITS jika hanya menjadi seorang "engineer".

"Mahasiswa ITS juga harus didorong untk bisa belajar berdiplomasi, terlebih di forum internasional. Contohnya lewat ajang MUN ini," ujarnya.

Senada dg itu, Kepala UPT Bahasa ITS yang juga Supervisor ITS MUN Club, Kartika Nuswantara MPd, menyatakan kehadiran sepuluh orang delegasi ini bagaikan sebuah embrio.

"Sebagai pioneer, mereka sudah outstanding untk tdk mainstream. Harapannya sepuluh yang sekarang ini harus bias menghasilkan sepuluh yang lain tahun depan," katanya.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar