Menteri Agraria: Pemindahan Giok 20 Ton untk Hindari Konflik

Menteri Agraria: Pemindahan Giok 20 Ton untk Hindari Konflik

BANDA ACEH â€" Batu giok berbobot 20 ton yang ditemukan warga di hutan lindung Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mulai dibelah dan dipindahkan ke rumah Ketua DPRK setempat. Pemindahan ini untk menghindari konflik antarwarga yang memperebutkan batu mulia itu.

"Pemindahan batu tsb adalah peran negara terhadap pertanahan," kata Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan dalam kuliah umum di Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh, Sabtu (28/2/2015).

Ferry menyambut baik upaya Pemerintah Kabupaten Nagan Raya yang memindahkan batu dari belantara Gampong Pante Ara, ke rumah Kelimah, Ketua DPRK setempat di Blang Ara, Kecamatan Suka Makmue, Nagan Raya. Proses pemindahan ikut dikawal aparat keamanan dan masyarakat.

Menurutnya, upaya pemindahan untk mengamankan sementara batu itu, sekaligus menghindari konflik dari pihak yang akan memperebutkannya. Hingga kini sudah lebih lima ton yang berhasil dipindah.

Saat baru-baru ditemukan dua kelompok warga nyaris bentrok, karena memperebutkan batu yang taksir harganya mencapai Rp30 miliar. Selama berada dalam pengawasan pemerintah sendiri, giok tsb disebut-sebut sempat susut hingga 1 ton.

Ferry meminta pemerintah setempat untk tak melupakan warga penemu giok yang menghebohkan itu, serta warga sekitar lokasi temuan. "Penemu dan masyarakat harus mendapatkan hak mereka dari batu tsb," ujar putra berdarah Aceh itu.

Aceh diakui memiliki kekayaan alam melimpah, terutama batu mulia yang kini banyak diburu pecinta batu akik. Ferry meminta pemerintah setempat untk tetap memainkan hak negara atas tanah, dan menjaga lingkungan dari potensi kerusakan.

Pemerintah Aceh juga diminta menggunakan teknologi untk mendeteksi batu-batu mulia yang ada di bumi Serambi Makkah, agar kekayaan daerah itu tdk begitu saja diambil oleh pihak lain tanpa memberi kontribusi kepada daerah dan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar