Pameran batu akik di Kulon Progo dipadati permatamania

Pameran batu akik di Kulon Progo dipadati permatamania

Permatamania alias pecinta batu permata, khususnya batu akik, dari berbagai wilayah memadati pameran batu akik di Kampung Rasa, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penjual batu akik Sugino di Kulon Progo, Minggu (22/2), mengatakan dirinya menjual berbagai jenis batu dan perhiasan batu akik. "Pecinta batu banyak yang menginginkan batu berlambang naga. Tapi tidak saya jual karena mereka menawarnya rendah. Saya berharap, ada pembeli yang menawar Rp1 miliar," kata Sugino disela-sela pameran batu.

Ia mengatakan, dirinya mendapat batu-batu untuk pembuatan batu akik dari Sumatera, Sulawesi Utara, NTT, atau pun lokal.

Ia mengaku batu akik yang dijualnya terendah Rp4 juta untuk jenis batu bacan, dan batu obi.

“Saat ini, pecinta batu sangat banyak. Bisnis batu akik sangat prospektif, selain sebagai perhiasan, ada yang menganggap memiliki kekuatan magis. Harga batu juga tergantung kualitas dan keindahnya. Setiap batu akik memiliki karakteristik sendiri,” katanya.

Calon pembeli memeriksa keaslian batu akik di sentra penjualan batu akik di Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (21/2). Sejak peminat batu akik meningkat yang mempengaruhi harga batu akik yang terus naik, membuat peredaran batu akik palsu yang terbuat dari kaca rendeman atau batu warna biasa marak di pasaran. Batu akik palsu yang mirip dengan batu akik asli tersebut biasanya dijual murah di bandingkan batu akik yang asli atau bersertifikat. ANTARA FOTO/Rudi Mulya

Pameran batu akik di mana-mana. Namun perlu kecermatan dalam memilih batu agar tidak keliru membeli. Foto ini menunjukkan calon pembeli sedang memeriksa keaslian batu akik di sentra penjualan batu akik di Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (21/2). Sejak peminat batu akik meningkat yang mempengaruhi harga batu akik yang terus naik, membuat peredaran batu akik palsu yang terbuat dari kaca rendeman atau batu warna biasa marak di pasaran. Batu akik palsu yang mirip dengan batu akik asli tersebut biasanya dijual murah di bandingkan batu akik yang asli atau bersertifikat. ANTARA FOTO/Rudi Mulya

Salah satu panitia pameran batu, Suharyanto mengatakan pameran ini dalam rangka mendorong perajin batu Kulon Progo meningkatkan kemampuan dan pengalamannya tentang batu.

Menurut dia, batu dari Kulon Progo juga tidak kalah saing dengan batu-batu dari luar daerah.

“Dari 11 peserta pameran merupakan perajin batu asli Kulon Progo. Kami ingin memajukan pasaran batu di Kulon Progo, supaya uang juga berputar di Kulon Progo. Apalagi, Kulon Progo memiliki potensi bebatuan yang tidak kalah bersaing,” katanya.

Ketua Panitia, Agung Prasakti mengatakan, puluhan peserta ikut dalam pameran ini, baik para perajin. penggemar akik, dan kolektor. Kebanyakan peserta adalah perajin dan kolektor dari Kulon Progo.

“Tujuannya pada saat momentum boomingnya batu akik diharapkan batu-batu Kulon Progo juga bisa muncul. Sebetulnya kualitas batu Kulon Progo juga bisa bersaing dengan lainnya,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar