Pengamat hukum: KPK masih bisa berjalan

Pengamat hukum: KPK masih bisa berjalan

Jakarta (ANTARA News) - Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin mengatakan KPK tdk memerlukan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) menyusul ditetapkannya Abraham Samad sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia, karena KPK masih bisa berjalan.

"Tidak perlu karena tdk ada kegentingan yang memaksa, dan KPK masih bisa berjalan," kata Irman yang dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan meskipun dua pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto telah ditetapkan sebagai tersangka, namun keduanya tdk perlu mengundurkan diri.

"Mengundurkan diri itu kan inisiatif keduanya, dan itu tdk perlu dilakukan. Dengan status tersangka mereka sudah otomatis berhenti sementara," kata Irman.

Dia menjelaskan, berdasarkan aturan, maka Samad dan Bambang Widjojanto hanya kehilangan sejumlah kewenangan antara lain, penyelidikan, penyidikan dan penuntutan. Namun ketiga kewenangan itu masih bisa dilakukan dua pimpinan KPK lainnya yang belum ditetapkan sebagai tersangka.

Pada Selasa hari ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulselbar menetapkan Ketua KPK Abraham Samad sebagai tersangka. Sebelumnya Bareskrim Mabes Polri juga telah menetapkan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sebagai tersangka.

Sejumlah pihak menyebut penetapan pimpinan KPK sebagai tersangka merupakan upaya kriminalisasi dan melemahkan KPK. 

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar