Bisnis konten-aplikasi internet diperkirakan Rp80 triliun/tahun

Bisnis konten-aplikasi internet diperkirakan Rp80 triliun/tahun


Jakarta (ANTARA News) - Potensi bisnis konten dan aplikasi internet diperkirakan mencapai Rp80 triliun per tahun dan terus berkembang, kata VP Teknologi dan Sistem Telkomsel Ivan Cahya Permana.

"Potensinya sekarang mencapai Rp80 triliun setahun," katanya seusai peluncuran Business Review Online, di Jakarta, Kamis.

Kondisi tsb, mnurut dia, telah memicu pergeseran industri telekomunikasi. Industri telekomunikasi akan bergeser ke arah Dico (Digital Company) yang akan menjadi penghubung secara network dan platform untk melayani masyarakat dalam konteks digital.

"Digital Company berarti industri telekomunikasi akan menyediakan berbagai platform untk segala kebutuhan digital," katanya.

Ia mencontohkan, misalnya pasar konten seperti Itunes dan Google App, selain itu platform untk e-commerce, platform untk transaksai finansial, seperti pembayaran lewat elektronik Apple pay dan lain sebagainya.

Sedangkan layanan untk telekomunikasi tradisional seperti telepon (suara) dan pesan tulis (sms) akan bergeser pula dan akan menjadi aplikasi yang berjalan di atas infrastruktur broadband.

"Contoh Apple dg i message dan face time, Blackberry dg bbm dan call, line messeging dan call, whats app (WA), tdk lagi telpon dan sms seperti sebelumnya," katanya.

Namun demikian, besarnya potensi bisnis konten tsb, di Indonesia terhambat oleh sejumlah masalah. Di antaranya akses mendaftar aplikasi yang rumit dan berbelit.

"Misalnya kalau mau buat konten di Telkomsel, belum buat sudah diminta nomer NPWPnya, KTP nya, rumit. Kalau kitaa mau buat di Google atau Apple, tinggal klik-klik saja jadi lebih mudah dan ramah," katanya.

Karena itu, banyak para pembuat konten aplikasi Indonesia yang memilih masuk dalam ceruk pasar Google atau Apple, karena lebih ramah terhadap mereka.

Akibatnya Apple dan Google yang lebih diuntungkan karena meraup pendapatan dari pasar Indonesia yang lebih besar.

Selain itu, mnurut dia, pemerintah juga perlu memberikan insentif dalam industri ini terutama terkait pembangunan infrastruktur broadband.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Bambang Heru Tjahjono menegaskan pihaknya mendukung pengembangan industri konten internet tsb.

Menurut dia, pemerintah tdk menghalangi atau menghambat industri tsb. Pendaftaran dalam pembuatan aplikasi internet di pasar Indonesia sebenarnya memastikan layanan tsb sampai ke masyarakat dg baik.

"Ini penting untk kepercayaan masyarakat, ini kan berhubungan dg masyarakat, kitaa harus memastikan sistem tsb berjalan secara handal, aman dan terpercaya," katanya.

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar