Palembang (ANTARA News) - Anggota Komisi VI DPR RI Wahyu Sanjaya mengatakan pemerintah harus bertindak terkait pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus angka Rp13 ribu dalam sepekan terakhir, karena telah berdampak psikologis bagi dunia usaha.
"Saya yang juga sebagai pengusaha saat ini sudah ketar-ketir dg kondisi rupiah seperti ini, seharusnya pemerintah segera bertindak, jangan diam saja," kata Wahyu di Palembang seusai bertemu Pelaksana tugas Wali Kota Harnojoyo, Jumat.
Ia mengatakan, Bank Indonesia diberikan kewenangan untk mengendalikan moneter seharusnya bertindak dg menggunakan beragam instrumen yang ada.
"Dapat saja aksi dilakukan, seperti menurunkan suku bunga atau membuat kebijakan terkait fiskal atau lainnya. Seperti diketahui, di BI itu banyak orang cerdas tapi mengapa masih diam saja," kata anggota DPR RI asal Sumatera Selatan ini.
Ia mengemukakan, desakan DPR RI kepada pemerintah ini masih terkendala karena saat ini sedang menjalani reses.
"Jika saja sedang bertugas, pasti pejabat BI sudah dipanggil oleh DPR terkait dg masalah ini. Tentunya, kitaa tdk bisa menunggu hingga rupiah di kisaran Rp14 ribu atau bahkan Rp17 ribu karena bisa tdk makan rakyyat jika dibiarkan," kata dia.
Menurutnya, saat ini para pelaku usaha sedang gusar sehingga tdk benar anggapan Bank Indonesia yang mengatakan bahwa negara masih tahan meski rupiah ada dikisaran Rp14 ribu per satu dolar AS.
"Jika BI berujar begitu, lantas apa gunanya ada asumsi di APBN bahwa rupiah di kisaran Rp12.500 per dolar AS ?," kata dia.
Sementara itu, nilai rupiah kembali melemah pada Jumat pagi dg berada di angka Rp13.184 per dolar AS.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar