Sekolah di DIY diingatkan segera isi PDSS

Sekolah di DIY diingatkan segera isi PDSS

Yogyakarta (ANTARA News) - Panitia Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri mengingatkan sekolah menengah atas atau setingkat di Daerah Istimewa Yogyakarta segera memasukkan data sekolah dan data rapor siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa sebelum batas akhir 12 Maret 2015.

"Masih ada tiga hari lagi. Jika tdk mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) maka siswanya tdk akan bisa mengikuti Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)," kata Direktur Direktorat Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sri Peni Wastutiningsih saat jumpa pers di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Senin.

Menjelang batas akhir pengisian PDSS, mnurut dia, hingga saat ini baru 367 sekolah baik SMA, SMK, MA di DIY yang telah melakukan pengisian. Sementara dari jumlah itu, baru 231 sekolah yang telah mendaftarkan siswanya untk mengikuti SNMPTN 2015. Seluruh tahapan pendaftaran SNMPTN akan berakhir pada 15 Maret 2015. "Padahal kammi telah menyebar undangan ke 400 sekolah di DIY," kata dia.

Data terakhir pada Senin (9/3) pukul 13.00 WIB menunjukkan jumlah pendaftar SNMPTN khusus wilayah DIY sebanyak 31.033 siswa untk Universitas Gadjah Mada (UGM), 19.417 siswa untk Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan 19.417 siswa untk Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Adapun daya tampung khusus jalur SNMPTN 2015 untk UGM menyediakan 3.381 kursi (66 prodi), UNY menyediakan 2.290 kursi (53 prodi), dan UIN Sunan kalijaga menyediakan 758 kursi (19 prodi).

Menurut Peni, sesuai pengalaman tahun sebelumnya, masih ada sekolah yang enggan mendaftar PDSS karena pesimistis nilai rapor siswanya tdk akan mampu menembus perguruan tinggi negeri (PTN).

"Ada beberapa sekolah yang mencoba rasional, SNMPTN kan memakai nilai rapor, sehingga mereka memutuskan tdk usah saja," kata dia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Sunan kalijaga, Sutrisno menambahkan sekolah jangan sampai menunggu melakukan pendaftaran hingga detik terakhir penutupan pendaftaran, sebab kemungkinan besar trafik akses situs pendaftaran akan tinggi dan dikhawatirkan macet.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar