Palembang (ANTARA News) - Tim Piala Davis Indonesia memukul Iran tanpa balas dg skor 5-0 pada putaran pertama Grup II Zona Asia Oceania setelah pada pertandingan terakhir di Palembang, Minggu, setelah petenis nomor tunggal Aditya Harry Sasongko mempecundangi Shahin Khaledan.
Aditya mengekor capaian tiga rekannya pada nomor tunggal yakni Christopher Rungkat, Sunu Wahyu Trijati, dan David Harry Sasongko, dg mengalahkan Shahin dalam dua set langsung (6-2, 6-1) dalam sistem best of three (pemain harus menang dua set).
Sementara satu kemenangan Indonesia lainnya, disumbangkan nomor ganda atas nama Christopher Rungkat dan David Agung Susanto.
Pertandingan Aditya melawan Shahin sempat ketat pada awal set pertama. Meski laga ini tdk lagi menentukan tapi Iran enggan melepasnya begitu saja demi semangat untk memberikan perlawanan dalam ajang beregu putra paling bergengsi ini.
Perebutan game ke-4 sempat berlangsung seru ketika Indonesia sudah unggul 2-1. Setelah "game poin" milik Iran mampu dipatahkan David, pertandingan pun berlanjut dg duece hingga enam kali untk menentukan pemenang.
Jika sebelumnya, Aditya mampu mengendalikan permainan di saat genting, kini giliran Iran yang mengambil kendali dg memenangkan permainan "baseline" (menempatkan bola persis di bagian dalam batas garis permainan tunggal). Kedudukan pun bisa disamakan menjadi 2-2.
Namun, upaya keras Shahin ini tdk berlanjut pada game berikutnya. Aditya akhirnya mampu mencetak "break" pada game ke-8 yang menjadi game penentuan, sehingga menutup set pertama dg skor 6-2.
Pada set kedua, Shahin yang mulai kehilangan motivasi untk menang membuat Aditya semakit tdk ragu dalam mematikan bola. Beberapa permainan cantik di depan net berhasil dikemas Aditya yang langsung disambut sorak-sorai penonton yang memadati tribun lapangan utama Stadion Bukit Asam Jakabaring.
Pertandingan pada set kedua ini mampu ditutup Aditya dg kemenangan 6-1 dalam waktu 1 jam 45 menit, lantaran di penghujung game, Shahin semakin frustasi.
"Sejak awal saya bertekad memenangkan pertandingan ini meski sudah tdk ada pengaruh lagi bagi tim (sudah dapat tiket ke putaran kedua, red). Pertandingan ini penting buat saya secara pribadi dan tim, agar ke depannya kammi bisa lebih percaya diri," ujar David.
Sementara, Khaledan mengakui permainan Aditya lebih baik darinya karena lebih memahami kondisi lapangan dan telah beradaptasi dg kondisi cuaca Kota Palembang.
"Saya merasa udaranya panas sekali dan ini sangat mengganggu, selain itu saya memang terbiasa bermain di lapangan tanah liat, sementara di sini lapangannya hard court. Selain itu, saya juga melihat ada semangat yang tinggi dari tuan rumah untk menang karena mendapat dukungan dari penonton," ujar dia.
Menurut dia, jika saja pertandingan digelar di Iran maka tdk akan menuai kekalahan telak hingga 5-0 dg tak satupun set berhasil dimenangkan oleh petenis.
"Jelas kammi sangat kecewa sekali, karena saat ke Palembang juga memupuk harapan yang besar untk membalas kekalahan tahun 2011 lalu dg skor 3-2," kata dia.
Mengejutkan
Sementara, Pelatih Indonesia Roy Therik mengatakan tdk menyangka anak asuhnya mampu menuai hasil sempurna pada putaran pertama ini.
"Sejak awal memang ada kepercayaan diri bakal menang dari Iran karena pada 2011 saja ketika main di Teheran bisa menang apalagi ini di Palembang. Tapi, saya benar-benar tdk menyangka bakal sapu bersih dan tak satu pun ada set yang lepas," kata dia.
Menurut dia, kemenangan ini berkat komitmen yang tinggi dari pemain dalam mengangkat kembali prestasi tenis Indonesia di level Asia.
"Saya lihat ada yang berbeda di tim ini, saya melihat ada komitmen yang tinggi dan rasa kebersamaan untk bahu membahu memetik kemenangan. Seperti Sunu yang terakhir kali turun di Piala Davis pada 2012 mampu," ujar Roy.
Tim Piala Davis memastikan tiket ke putaran kedua Piala Davis setelah menggenggam kemenangan 5-0 atas Iran.
Hasil positif ini, mnurut Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia Goenawan Tedjo sangat baik bagi Indonesia dalam rangka persiapan SEA Games 2015 di Singapura.
"Ajang Piala Davis ini dijadikan kesempatan untk uji coba bagi petenis yang akan diturunkan di SEA Games. Dengan kemenangan ini, Pelti semakin optimistis meraih target satu emas nomor beregu putra dan satu perak tunggal putra," kata Goenawan.
Pada putaran kedua yang direncanakan pada Juli 2015, Tim ini akan bertemu dg pemenang antara Pakistan melawan Kuwait.
Terkait dg lawan yang akan dihadapi, mnurut dia, tdk menjadi masalah karena pada prinsipnya Indonesia layak hingga tembus putaran final.
"Kemungkinan besar pertandingan akan digelar di Indonesia, saya berharap bisa digelar di Palembang karena kota ini cukup keramat bagi tenis Indonesia, semoga saja Palembang kembali menghantarkan Timnas ke putaran berikutnya," ujar Goenawan menutup perbincangan.
Pada ajang Piala Davis tahun ini, Tim Indonesia yang diperkuat Chistopher Rungkat (25), Sunu Wahyu Trijati (28), David Agung Susanto (24), dan Aditya Harry Sasongko (27) ditargetkan menembus putaran final (putaran ketiga) grup II zona Asia Oceania.
Sementara pada 2014, Tim Davis Indonesia gagal melaju ke putaran kedua setelah takluk dari Tim Kuwait dg skor 3-2, atau sebatas memenangkan pertandingan melawan Hong Kong pada babak playoffs dg skor 3-1.
Adapun prestasi terbaik Indonesia pada ajang ini, yakni pada tahun 1982 dan 1988 dg menembus putaran grup dunia dg menjadi wakil zona Asia Oceania.
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar