Batam (ANTARA News) - Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan bahwa insan pers tdk boleh menciptakan konflik dg terlibat dalam kegaduhan yang terjadi di tanah air.
Menurut Bagir, pers harus menjadi sarana informasi yang baik bagi masyarakat.
"Dalam tradisi pers demokratis, pers bisa membuka peluang diskusi secara bebas tetapi tdk boleh menciptakan kontradiksi dan konflik. Pers harus mendorong untk hal yang lebih baik," kata Bagir disela acara diskusi rangkaian perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2015, di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu.
Bagir mengatakan ungkapan yang selama ini dikenal di kalangan insan pers bahwa "bad news is a good news" sudah tdk relevan lagi. Menurutnya, sebuah berita yang buruk bisa dijadikan peringatan agar seseorang lebih waspada akan tetapi hal tsb bukan hal yang prinsipal.
"Kita harus berprinsip "good news is a good news" meskipun "bad news" harus diketahui orang supaya waspada," jelas Bagir.
Sementara itu, anggota Dewan Pers Muhammad Ridlo Eisy mengatakan bahwa Indonesia tdk menganut kebebasan pers yang sebebas-bebasnya.
"Batas pers di Indonesia adalah kebebasan pers orang lain. Kalau ada media yang tdk bertanggungjawab dalam pemberitaan, akan ada konsekuensinya. Pers di sini menghormati norma agama, azas praduga tdk bersalah sehingga kalau melanggar bisa kena pidana," jelas Ridlo.
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar