Tips-tips memilih warna pernikahan

Tips-tips memilih warna pernikahan

Anda mungkin pernah melihat rangkaian acara pernikahan didominasi oleh warna tertentu. Misalnya dekorasi ruangan didominasi warna putih, kartu undangan dominan warna krem, seragam keluarga merah cerah, dan sebagainya. Hal-hal seperti inilah yang kerap disebut sebagai warna pernikahan.


Bagaimana sih cara terbaik untuk memilih dan menentukan warna penikahan? Idealnya, pemilihan warna pernikahan disesuaikan dengan gabungan kepribadian kedua mempelai, serta dikombinasikan pula dengan suasana yang diharapkan dalam seluruh rangkaian upacara pernikahan.

Sebab, sebagaimana sering kita baca dan dengar, setiap warna mempunyai makna masing-masing, dan makna itulah yang ingin kita sebarkan kepada para tamu undangan.

Pengantin Minangkabau: Dominasi warna merah dan saputan hijau.

Pengantin Minangkabau: Dominasi warna merah dan saputan hijau. Credit: Mamasamala (wikipedia.org)

Meski hanya soal warna, sebenarnya tak mudah untuk memilih warna mana yang dikehendaki dalam acara pernikahan. Sebab pengantin pria dan pengantin wanita adalah dua pribadi yang berbeda, dan masing-masing punya warna favorit.

Ada beberapa tips penting memilih warna pernikahan, agar perbedaan selera dan kepribadian dari kedua mempelai dapat dikompromikan bersama.

Kalau resepsi hanya digelar sekali (tidak ada istilah ngundhuh mantu), pihak mempelai pria lebih baik mempercayakan sepenuhnya pemilihan warna ini kepada keluarga mempelai wanita, namun tidak menutup kemungkinan untuk menyampaikan usulan-usulannya.

Tetapi apabila ada dua resepsi, maka pemilihan warna untuk resepsi pertama yang digelar keluarga mempelai wanita menjadi kewenangan mereka sepenuhnya. Sebaliknya, apabila keluarga pengantin pria ingin ngunduh mantu, maka pemilihan warna menjadi hak mereka.

Katakanlah resepsi hanya digelar sekali, sebagaimana yang umum dilakukan saat ini.  Beikut ini tips yang bisa Anda pertimbangkan dalam memilih warna pengantin.

1. Memilih warna dominan

Warna dominan adalah warna yang paling mencolok atau mendominasi seluruh rangkapan upacara pernikahan Anda, mulai dari kartu undangan, seragam keluarga, bunga, dekorasi, dan pernak pernik pernikahan lainnya.

2. Memilih warna pelengkap

Tidaklah mungkin dalam satu rangkaian upacara pernikahan hanya ada satu warna. Jadi diperlukan warna pelengkap, yang fungsinya hanya menemani warna dominan.

Misalnya Anda memilih putih sebagai warna dominan, dan silver sebagai warna pelengkap. Ini dapat diterapkan pada dekorasi ruangan, atau pada seragam keluarga, dan sebagainya.

3. Memilih warna aksen

Warna aksen adalah pilihan tersier (ketiga) untuk menemani warna dominan serta warna pelengkap. Biasanya dimunculkan pada detail-detail kecil, seperti bunga, taplak meja jamuan, dan sebagainya.

Karena ada tiga komponen warna, maka hal ini bisa dikompromikan antara keluarga pengantin pria dan wanita. Misalnya warna dominan mengikuti pilihan wanita, warna pelengkap sesuai keinginan pria.

Pekaian pengantin wanita Korea - Honrye (Credit: Matt Scott/wikipedia.org)

Pekaian pengantin wanita Korea â€" Honrye (Credit: Matt Scott/wikipedia.org)

Sekadar bahan pertimbangan, berikut ini beberapa makna warna pernikahan yang biasa dipersepsi para tamu undangan:

  • Merah terang: menyenangkan, seksi, berenergi.
  • Pink terang: menyenangkan, bahagia, seksi.
  • Pink gelap: romantis, lembut, manis.
  • Mauve: lembut, mewah, tenang.
  • Terracotta: membumi, hangat, menggagumkan.
  • Oranye: menyenangkan, ceria, bahagia.
  • Peach: lembut.
  • Kuning terang: ceria, bahagia, lembut.
  • Krem: hangat, mewah.
  • Biru terang: tenang, damai.
  • Navy: kredibel, mewah, klasik.
  • Hijau terang: natural, dapat dipercaya, menyegarkan.
  • Putih: murni, bersih, lugu.
  • Hitam: kokoh, elegan, misterius.
  • Abu-abu: klasik, keren.
  • Perak: klasik, mewah.
  • Emas: hangat, mewah, bercahaya.

Itulah beberapa tips penting dalam memilih warna pernikahan. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar